Curhatan Para Pohon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salam kenal, kami pohon. Ya, pohon yang menaungimu saat panas dan hujan. Keberadaan kami sangat penting dalam kehidupanmu sehari-hari. Selain buah kami diambil, kamipun dijadikan naungan di saat panas dan hujan, serta dijadikan hiasan. Kalau tidak ada kami, bumi ini mungkin sudah kacau. Kalian sudah tahu itu, tetapi mengapa kalian tetap memperlakukan kami seenaknya?
Teman-teman kami di hutan dibabat habis. Entah mereka dihabisi untuk membuat lahan atau dimanfaatkan tanpa menanam bibit-bibit baru. Akibatnya apa? Kalian akan kebanjiran saat musim penghujan tiba, atau kebakaran hutan di musim kemarau. Kami memang diciptakan untuk kalian gunakan, tapi jangan seenaknya juga dong! Kan ada yang namanya reboisasi, kalian tebang tapi menanam juga. Kalau begini caranya, habis deh teman-teman kami di hutan.
Keberadaan kami di kota juga kurang diperhatikan. Kami kurang dirawat, sehingga kami mati. Setelah kami mati, datanglah angin kencang. Kamipun tumbang dan menimpa kalian. Ini bukan salah kami,  tetapi kalian yang tidak memperhatikan kami. Kami dipuji-puji sebagai paru-paru lingkungan. Sering ada acara penanaman pohon, tetapi setelah ditanam, kami diabaikan.
Terus, ada yang lagi ngetrend sekarang ini. Para calon walikota dan calon gubernur numpang narsis di tubuh kami. Tubuh kami dipakui, sehingga lubang-lubang dan keropos. Karenanya, tubuh kami dimasuki jamur atau rayap. Kamipun sakit, dan lama kelamaan kami mati dan tumbang. Bagaimana mau memimpin masyarakat kalau pohon saja sudah dizholimi. Yah, memang manusia adalah makhluk yang zholim…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s