Syi’ah Menodai Kehormatan Rasulullah

Mohon maaf jika beberapa kata dalam tulisan ini agak jorok. Namun, seperti inilah yang terjadi. Kaum syi’ah la’natullah telah memfitnah Rasulullah yang Mulia, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seperti di bawah ini.
Dalam kitab-kitab syi’ah disebutkan sebuah hadits palsu nan menjijikkan yang artinya;
Dari Hudzaifah, adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak tidur hingga mencium bagian tengah, dan pipi Fathimah, atau mencium bagian diantara payudaranya. Dan dari Ja’far bin Muhammad, dia berkata, adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak tidur hingga meletakkan wajahnya yang mulia diantara kedua payudara Fathimah. (Manaqibu Ali Abi Thalib, Ibnu Syahraasyuub (III/114), Biharul Anwar, al Majlisi (XXXIV/42,55,78), Majma’un Nuraini, al Marnadi (30), Kasyful ghimmah, al Irbiliy (III/95), al Lu’mat al Baidha’, at Tibriziy al Anshariy (53) )
Syi’ah rafidhah sangat membuat kita heran. Kadang mereka mengangkat kedudukan Ahlulbait hingga melebihi manusia. Tetapi, mengapa mereka begitu merendahkan kedudukan manusia yang paling mulia, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bagaimana mungkin Rasulullah meletakkan wajah beliau yang mulia di tempat yang sangat amat tidak pantas bagi manusia yang sangat mulia.
Ayatulla as Sayyid Hasan al Ibthahiy, ayah presiden Iran terdahulu, Khatami, pernah berfatwa di websitenya pada fatwa nomor 456, menjawab pertanyaan seorang gadis yang kurang lebih seperti ini:
Saya seorang gadis 15 tahun. Ayah saya sangat agamis. Saya mengenakan hijab yang sempurna di luar rumah. Tapi, ayahku sering menciumku diantara kedua dadaku, atau biirku, terkadang memelukku dari belakang dan mencium leherku. Saya berkata, bukankah ini haram? Dia menjawab, itu haram jika disertai syahwat. Sedangkan aku melakukannya dengan kasih sayang seorang ayah, karena Rasulullah melakukan seperti itu. Ayah saya juga berkata, saya tidak menyentuh aurat(qubul dan dubur), maka setiap yang bukan aurat boleh dilihat, dipegang, dan dicium. Dia juga berkata bahwa dia melakukannya karena khawatir terhadap godaan pemuda di luar rumah kepada saya. Apakah ini halal atau haram? Jika haram, bagaimana dengan Rasulullah? Terima kasih atas situs yang bermanfaat ini.
Mufti tersebut menjawab:
Wa’alaikumussalam. Sesungguhnya perbuatan ayahmu boleh, asalkan sesuai dengan yang dia ucapkan. Dan itu ada dalam hatinya, dan janganlah berprasangka buruk terhadapnya.
Demikianlah agama syi’ah menistakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ini hanya satu dari sekian banyak penistaan mereka. Lalu, mereka berkoar-koar mencintai Beliau serta ahlulbait dengan penuh kebohongan, omong kosong, serta kepalsuan.

 
Disadur dari Majalah Qiblati dengan beberapa penyesuaian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s