Bendera Minang dan Jerman

SEMC 3MP DSC

Istana Pagaruyung

IMG_20130505_160742

 

Berfoto di depan bendera minang

 

Sabtu (11/5) lalu, saya baru saja pulang liburan/pulang kampung dari Padang, Sumatera Barat. Saya pun menyempatkan diri ke Istano Baso Pagaruyuang di Batusangkar. Saat di Istana, saya sempat terheran-heran melihat bendera Jerman sepanjang pagar istana ini. Walaupun ini bukan pertama kalinya saya ke Padang, tapi baru kali ini saya melihat bendera itu.

Saya pun menanyakan tentang bendera itu kepada Uda/kakak  sepupu saya. Ternyata, itu adalah bendera Marawa Minangkabau, bendera kebesaran Minang! Kata uda saya, dulu ada tiga kerajaan besar di tanah Minang. Namun ketiganya telah bergabung menjadi satu kerajaan. Kerajaan besar itu adalah kerajaan Pagaruyung.

Karena saya ingin lebih tahu lagi, saya browsing di internet. Ternyata versinya cukup banyak.

Dari palantaminang.wordpress.com, versinya seperti ini:

Marawa merupakan lambang atau pencerminan wilayah Adat Luhak Nan Tigo.
Warna kuning, melambangkan Luhak Tanahdatar ( aianyo janiah, ikannyo jinak dan buminya dingin).
Warna merah melambangkan Luhak Agam (airnyo karuah, ikannya lia dan buminya hangat) dan
Sedangkan warna hitam melambangkan Luhak Limopuluah Koto ( aianyo manih, ikannyo banyak dan buminyo tawar).

Makna warna marawa:

Tiang : Melambangkan mambasuik dari bumi,

Hitam : Melambangkan tahan tapo serta mempunyai akal dan budi dengan kebesaran Luhak Limopuluah. Kalau acara di wilayah adat Luhak Limopuluah, maka marawanya berwarna hitam sebelah luar. Catatan : warna daerah Limopuluah Koto adalah biru.

Merah : Melambangkan keberanian punya raso jo pareso dengan kebesaran Luhak Agam. Jika acara di wilayah Luhak Agam maka marawa berwarna merah sebelah luar. Catatan : warna daerah Agam adalah merah ( sirah ).

Kuning : Melambangkan keagungan, punya undang-undang dan hukum dengan kebesaran Luhak Tanahdata. Jika acara di wilayah Luhak Tanahdata, maka marawanya berwarna kuning sebelah luar. Catatan : warna daerah Tanahdata adalah kuning.

Tapi ada pula yang mengatakan, bahwa ketiga warna itu mencerminkan tiga komponen kerajaan. yang di sebut “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin“, terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai.

>> Niniak mamak adalah penghulu adat di dalam kaumnya.
>> Alim ulama adalah orang yang memiliki ilmu agama yang akan membibing masyarakat mengenai agama.
>> Cadiak pandai adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan dapat menyelesaikan masalah dengan cerdik serta menguasai undang-undang. Sehingga sebagai tempat bertanya bagi masyarakat dan pendamping bagi Niniak mamak dan Alim ulama.

Soal yang mana yang duluan, saya rasa kerajaan Pagaruyung yang lebih dulu menggunakan bendera hitam-merah-kuning. Pasalnya, Jerman baru menggunakan bendera itu pada tahun 1919. Sementara kerajaan Pagaruyung sudah ada sebelum tahun 1900. Berarti jerman plagiat dong, hahahaha…

3 thoughts on “Bendera Minang dan Jerman

  1. muhammad gufran A A.R mengatakan:

    siapa yang plagiat???
    perlu di crosscek kembali keabsahannya donk!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s