Persiapan Menyambut Ramadhan

Sebelumnya, saya memohon maaf karena tulisan ini merupakan tulisan saya yang terbaru sejak lebaran tahun lalu. Banyaknya rutinitas dan penyakit yang beberapa bulan lalu saya alami menghambat saya untuk mengurus blog ini. Namun Alhamdulillah saya bisa mengurus blog ini lagi.

Tulisan saya ini telah dimuat sebelumnya di blog Keluarga Muslim Politeknik Negeri Ujung Pandang.

 

Dalam agama Islam, ada beberapa waktu yang istimewa. Keistimewaan tersebut berupa pahala yang dilipatgandakan atau amalan khusus yang hanya dapat dilakukan pada waktu itu. Waktu-waktu tersebut ada yang berlangsung tiap hari seperti waktu sepertiga malam terakhir, tiap pekan seperti hari Jum’at, dan ada pula yang hanya ada sekali dalam setahun seperti bulan Ramadhan yang in sya Allah tidak lama lagi akan tiba.

Karena datangnya yang hanya sekali dalam setahun, maka tentunya kita sebagai orang yang beriman harus memerlakukan bulan Ramadhan seperti tamu yang mulia. Pada bulan Ramadhan pahala dilipatgandakan dan ada beberapa amalan yang hanya dapat dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Sebagaimana menyambut tamu istimewa, kita patut mempersiapkan diri untuk menyambutnya.

Mengapa Mempersiapkan Diri?

  1. Ramadhan adalah bulan ampunan. Pada bulan Ramadhan pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Serta tiap malam Allah akan membebaskan hambaNya dari azab neraka. Hal ini disebutkan pada hadits berikut:

“Jika masuk malam pertama pada bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Pintu-pintu neraka akan ditutup dan tidak akan dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak akan ditutup. Dan berseru seorang penyeru, Wahai orang yang menginginkan kebaikan, kemarilah. Dan wahai orang yang menginginkan keburukan, tahanlah. Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan hal itu terjadi tiap malam.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata tentang hadits ini, “Pintu surga dibuka agar ummat Islam termotivasi melakukan amal kebaikan, dan pintu neraka ditutup karena kurangnya maksiat yang dilakukan orang beriman. Setan yang dibelenggu tidak akan dibiarkan mengganggu manusia.”

  1. Pada bulan Ramadhan ada ibadah puasa yang pahalanya langsung dari Allah dan jumlahnya tak terbatas. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pada hadits qudsi:

“Setiap amalan anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Maka itu milikKu, dan Aku akan langsung memberinya ganjaran.” (Hadits riwayar Bukhari)

Ibadah lain seperti shalat, shadaqah, dan lainnya, telah ditetapkan Allah pahalanya. Namun ibadah puasa pahalanya langsung dari Allah dan tidak terbatas. Hal ini juga dikarenakan ibadah puasa merupakan amalan yang paling kecil kemungkinannya untuk riya’ (mengharapkan pujian/dilihat manusia).

Selain itu, pada bulan Ramadhan juga ada satu malam yang pahala ibadah saat malam tersebut lebih baik dari seribu bulan, yaitu “Lailatul Qadar” atau malam kemuliaan.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Surah Al Qadr ayat 3)

  1. Nama lain bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an, karena saat itu diturunkan Al Qur’an. Seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (Surah Al Baqarah ayat 185)

Apa yang Harus Dipersiapkan?

Yang paling utama dipersiapkan adalah niat. Seluruh ibadah yang tidak disertai niat adalah tertolak. Namun selain niat untuk berpuasa Ramadhan, ada niat lain untuk beribadah di bulan Ramadhan. Yaitu niat dan bertekad untuk rajin dan memperbanyak ibadah sunnah. Seperti shalat tarawih / qiyamullail, memperbanyak bacaan Al Qur’an, shadaqah, dzikir, dan amalan sunnah lain. Karena pahala ibadah pada bulan Ramadhan sangat berlipat ganda.

Selain itu, patutnya kira berharap pada bulan Ramadhan kita mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Persiapan yang tak kalah pentingnya adalah persiapan kesehatan. Beberapa ibadah pada bulan Ramadhan memerlukan kondisi fisik yang prima untuk melaksanakannya. Misalnya, puasa dan shalat tarawih. Sangat sulit orang yang sakit untuk melaksanakan ibadah puasa. Begitu pula dengan shalat tarawih, sulit bagi orang yang sakit untuk melaksanakan shalat tarawih, apalagi jika bacaannya cukup panjang. Maka kesehatan merupakan hal yang tidak dapat dikesampingkan dalam ibadah.

Yang Diharapkan Setelah Ramadhan

Salah satu tujuan puasa Ramadhan adalah untuk mencapai derajat taqwa, sebagaimana firman Allah ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surah Al Baqarah ayat 183)

Sehubungan dengan ayat tersebut, setelah melewati bulan Ramadhan kita berharap makin bertaqwa kepada Allah serta makin rajin beribadah. Ramadhan juga adalah momen perubahan bagi orang beriman. Jika sebelum Ramadhan kita jarang shalat wajib di Masjid, maka kita berharap setelah Ramadhan kita tidak pernah luput dari shalat wajib di Masjid. Begitu pula dengan amalan sunnah. Setelah melewati bulan Ramadhan, kualitas keimanan kita diharapkan akan lebih baik lagi. Lebih sering melaksanakan ibadah, dan mengurangi maksiat.

Mari kita berharap, semoga Ramadhan tahun ini lebih baik lagi dari Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Terutama dalam hal kuantitas dan kualitas ibadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s