5 Jalan Terpanjang di Makassar

2868505181_17d6b37e2a

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah sekian lama saya tidak menulis tentang makassar, akhirnya kali ini saya kembali menulis tentang kota kita tercinta, kota Makassar. Tulisan ini juga telah lama saya rencanakan, akan tetapi baru sekarang saya menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Sedikit catatan, data-data dalam tulisan ini mungkin kurang akurat. Terutama tentang panjang jalan yang saya cantumkan, karena saya hanya menghitungnya melalui Google Earth (tidak mungkin saya mengukurnya dengan mistar). Jadi, jika anda menemukan data-data yang lebih akurat atau jalan lain di Makassar yang lebih panjang dari yang saya tulis di sini, maka siahkan menanggapi di kolom komentar.

1. Jalan Perintis Kemerdekaan (11 km)

Ketika anda memasuki gerbang kota Makassar dari kabupaten Maros, anda langsung melewati jalan ini. Jalan ini terbentang dari batas kota, sampai tugu adipura. Walaupun di sekitar bandara banyak yang menganggap ruas jalan ini sebagai jalan poros Makassar, tetapi tidak ada satupun papan jalan yang menuliskan demikian. Di sepanjang jalan ini, terdapat banyak objek penting atau akses ke objek penting. Seperti akses ke Bandara, akses ke jalan tol (Ir. Sutami), akses ke Universitas Hasanuddin, akses ke BTP/Telkomas, pesantren Immim putra, dan banyak markas TNI terdapat di sepanjang ruas jalan ini. Pete-pete yang lewat di jalan ini adalah pete-pete daya, BTP, dan kampus unhas.

2. Jalan Veteran Utara-Selatan (6 km)

Jalan ini terbentang mulai dari perempatan Masjid Raya-Jalan Bandang-Jalan Veteran, hingga pertigaan Jalan Sultan Alauddin-Jalan Kumala-Jalan Veteran. Di sepanjang jalan ini, banyak percabangan ke jalan lain. Seperti jalan Abu Bakar Lambogo, jalan Sungai Saddang, jalan Ratulangi, dll. Pete-pete yang lewat di jalan ini adalah pete-pete veteran-sentral dan unhas-veteran.

3. Jalan Urip Sumohardjo (5 km)

Jalan ini terbentang mulai dari tugu adipura sampai jalan Bawakaraeng. Di sepanjang jalan ini, terdapat objek penting seperti Kodam, Universitas Muslim Indonesia, Universitas 45, rumah Sakit Ibnu Sina, Graha Pena Fajar, Gedung Pajak, jalan layang (tempat demonya mahasiswa Makassar J), kantor DPRD Sulsel, kantor Gubernur, Rumah Sakit Awal Bros, dll. Hampir semua pete-pete, terutama yang menuju Pasar Sentral lewat di sini.

4. Jalan A. P. Pettarani (5 km)

Jalan ini terbentang mulai dari traffic light flyover sampai pertigaan dengan jalan Sultan Alauddin. Di jalan ini terdapat kantor PT Telkom Indonesia, Telkomsel, dan sekolah saya, SMK Telkom. Selain itu, terdapat juga beberapa objek penting seperti Universitas Negeri Makassar, Hotel Clarion, kantor DPRD Makassar, dll. Ada juga penjual coto yang enak di sini, yaitu coto Paraikatte. Pete-pete yang lewat di jalan ini adalah pete-pete unhas-pettarani (07) dan UNM-sentral.

5. Jalan Abdullah daeng Sirua (5 km)

Jalan ini dimulai dari tugu adipura hingga tembus di jalan A. P. Pettarani. Kurang lebih setengah dari panjang jalan ini juga terbentang sungai milik PDAM.walaupun di jalan ini tidak banyak tempat-tempat penting, tetapi jalan ini selalu dipadati kendaraan di pagi dan sore hari. Pasalnya, jalan ini adalah salah satu akses ke jalan A. P. Pettarani, dan ruas jalan Abdullah daeng Sirua juga dapat dikatakan sempit. Pete-pete yang lewat di jalan ini adalah pete-pete unhas-pettarani (07), pete-pete Antang-Sentral, dan SMA5-Sentral (hanya pete-pete 07 yang melintasi seluruh jalan ini.

Antang dan Manggala Terendam Banjir

SEMC 3MP DSC SEMC 3MP DSC SEMC 3MP DSC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hujan deras yang terus menerus mengguyur kota Makassar menyebabkan tanggul di blok X Perumnas Antang tidak dapat menahan air. Akibatnya, air meluap dan membanjiri Perumnas Antang hingga Manggala. Di jalan Nipa-Nipa, banjir telah melumpuhkan jalan ini. Kedalaman air hingga dada orang dewasa.Beberapa kendaraan yang terjebak sejak kemarin diparkir pemiliknya di rumah-rumah penduduk yang tidak terkena banjir. Beberapa sepeda motor juga diangkut dengan menggunakan jasa pengangkutan sepeda motor dari warga sekitar dengan bayaran 25-50 ribu.

Di lokasi banjir ini, banyak orang yang berdesak-desakan memenuhi jalan. Mulai dari orang yang terjebak banjir, hingga orang yang hanya menonton.

Di perumahan Ikhwah Manggala, banjir telah menenggelamkan rumah warga. Sehingga beberapa warga perumahan ini mengungsi di Masjid. Ustadz Nasruddin, salah satu warga perumahan Ikhwah, mengatakan bahwa air mulai memasuki rumah pada sore hari.

Sampai berita ini diterbitkan, banjir belum juga surut.

Hari HAM Sedunia kemarin menjadi ajang demonstrasi bagi mahasiswa dari sebagian besar universitas di Makassar untuk melakukan aksi demonstrasi. Para mahasiswa berorasi dan membakar ban di tengah jalan protokol. Aksi ini menyebabkan kemacetan di beberapa jalan protokol. Tetapi puncak aksi ini terletak di bawah Fly Over.
Seperti yang saya saksikan setelah pulang dari sekolah tadi, beberapa titik kemacetan adalah Jl AP Pettarani, Jl Landak Baru, Jl Bonto Mene, dan Jl Sultan Alauddin. Kemacetan juga terjadi di dekat kampus-kampus dan di jalan alternatif.
Selain menimbulkan kemacetan, aksi demonstrasi ini juga menyebabkan seorang pengendara motor terjatuh ke dalam selokan di Jl Bonto Mene akibat berusaha melintasi pedestrian.

Demo Hari HAM Timbulkan Macet

Masjid Amirul Mukminin, Pesona Baru Makassar

Masjid adalah tempat ibadah ummat Islam. Sebagai tempat ibadah, masjid juga sebaiknya dibuat seindah mungkin. Salah satu masjid yang indah di kota Makassar adalah Masjid Amirul Mukminin. Masjid ini belum lama digunakannya, sekitar satu bulan lebih. Orang-orang sering menyebutnya Masjid Terapung, walau tidak sepenuhnya terapung. Sebab, masjid ini juga ditopang beberapa tiang penyangga di bawahnya.
Letak masjid ini sangat strategis, yaitu tepat di Pantai Losari. Masjid ini menjadi tempat yang tepat untuk disinggahi oleh masyarakat yang berwisata ke Pantai Losari. Dan tentunya masjid ini merupakan tempat yang menarik untuk menikmati suasana senja di sore hari.
Untuk sampai ke masjid ini, dari  jalan raya kita terlebih dahulu masuk ke tempat parkir. Lalu melalui jalan masuk masjid yang telah berada di atas air, lalu sampai di halaman masjid.
Masjid ini memiliki halaman yang cukup luas. Tetapi ukuran masjidnya kecil, mengambil gaya arsitektur minimalis. Walaupun kecil, masjid ini dapat menampung banyak jamaah, karena terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama untuk laki-laki, dan lantai kedua untuk perempuan. Dan lantai tiga mungkin sekretariat pengurus masjid.
Masjid ini memiliki sistem audio yang cukup baik, sehingga suara imam terasa lebih bagus. Suasana di dalam masjid pun mendukung nyamannya beribadah. Walaupun begitu, terdapat juga beberapa kekurangan. Seperti tempat parkir yang belum bagus (hanya jalanan berpasir dan gersang, tanpa pohon besar atau atap), banyaknya sampah di pesisir pantai dekat masjid, dan banyaknya pengemis yang berjejer di sepanjang jalan masuk masjid. Semoga kekurangan ini segera diperbaiki pihak terkait.

Demonstrasi di Jalan A.P. Pettarani, Gerbang Kompleks Telkom Ditutup Hingga Sore

Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang dilaksanakan di depan kampus UNM Jalan Pettarani Makassar, menyebabkan pagar masuk ke kompleks Telkom Makassar ditutup satpam. Penutupan ini berlangsung sampai sore. Hal ini juga menyebabkan para siswa SMK Telkom yang pulang pada jam 3 sore ‘terkurung’ di dalam sekolah. Sampai pada akhirnya menjelang jam 5, pagarpun dibuka walaupun kericuhan belum benar-benar mereda. Aparat masih berjaga di sekitar kampus UNM dan sesekali menembakkan tembakan peringatan. Saat saya keluar dari pagar, masih banyak massa yang berkumpul di jalanan dan sisa-sisa gas air mata masih terasa.

5 Bangunan Tertinggi di Makassar

Makassar adalah salah satu kota besar di Indonesia. Tentunya, dengan statusnya itu, Makassar pasti memiliki bangunan-bangunan pencakar langit. Berikut ini 5 bangunan tertinggi di Makassar. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi ini yang paling dikenal.

 

1. Menara Phinisi UNM (96 meter)
Gedung ini sebenarnya belum rampung. Menara Phinisi ini dirancang sebagi gedung pusat akademik dan pelayanan UNM, selain itu sebagai tempat perkuliahan mahasiswa UNM. Menara Phinisi ini dibangun di kampus UNM Gunungsari, Jl AP Pettarani, Makassar.Pembangunan Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar diprediksi bisa menelan dana mencapai Rp 200 miliar. Pembangunan Menara Phinisi UNM sudah memasuki tahun ketiga setalah dikerjakan sejak tahun 2009 lalu. Gedung ini memiliki tinggi 96 meter dan jumlah lantai 17 lantai. Pelaksanaan pengerjaannya akan ditandai dengan pemancangan tiang pertama pada Maret 2008 oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk pembangunan menara UNM mendapatkan kucuran dana hibah sekitar Rp14 miliar untuk tahap pertama tower berbentuk menara phinisi tersebut. Selanjutnya, pendanaan yang diperkirakan menelan ratusan miliar rupiah diharapkan bersumber dari APBN, bantuan pemerintah daerah (pemda), dana hibah, maupun kerja sama dengan lembaga donor dalam dan luar negeri. Menara Phinisi karya arsitek asal Bandung, Yu Sing, Benyamin K Narkan, Eguh Murthi Pramono, dan Iwan Gunawan ini akan dibangun di gedung rektorat lama UNM Gunung Sari, Makassar, yang berada di pertigaan Jl AP Pettarani dan Jl Raya Pendidikan. Tower utama nanti akan menjadi pusat akademik yang dilengkapi perpustakaan, pusat pelatihan dan pengembangan guru, serta Information Computer Technology (ICT) Center. UNM menganggarkan dana sebesar Rp52 12 miliar lebih pada tahap II
Selain itu, juga akan berfungsi sebagai perpustakaan, ICT center, auditorium, serta ruang perkuliahan umum. Gedung ini juga diproyeksikan akan dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya.
2. Monumen Mandala (75 meter)
Monumen Mandala terletak di Jalan Raya Jenderal Sudirman Makassar. Dibangun pada tahun 1994 sebagai tugu peringatan operasi Mandala Jaya pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda. Di dalamnya terdapat diorama yang menceritakan proses pembebasan tersebut. Monumen Mandala, setinggi 75 meter, terbagi dalam empat lantai, dimana masing-masing lantai berisi simbol-simbol perjuangan pembebasan Irian Barat dan perjuangan rakyat Sulsel, termasuk zaman Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin. monumen ini dibangun dalam rangka mengenang Pembebasan Irian Barat atau yang lebih dikenal dengan Operasi Trikora yang masih dikuasai oleh Belanda oleh Republik Indonesia.
3. Menara Bosowa (74 meter)
Menara Bosowa adalah gedung milik Grup Bosowa alias Bosowa Corporation. Perusahaan Bosowa ini dipimpin Erwin Aksa. Gedung Menara Bosowa Makassar adalah gedung tertinggi di Makassar, dengan 23 lantai dan menghadap langsung ke lapangan karebosi. Gedung Menara Bosowa ini adalah milik adik ipar Jusuf Kalla, yaitu Aksa Mahmud. Jusuf Kalla sendiri hadir untuk meresmikan gedung Menara Bosowa, september 2009 silam. Letaknya ini tidak jauh dari Kalla Tower di Jalan Ratulangi, dan dekat juga dengan kawasan Pantai Losari makassar.
4. Kalla Tower (70 meter)
Gedung Kalla Tower adalah gedung perkantoran setinggi 70 meter yang dibangun di atas lahan 5.363 meter persegi di Jalan Sam Ratulangi, Kota Makassar Sulawesi Selatan. Gedung ini terdiri atas lima belas lantai, dimana lantai dasarnya banyak digunakan oleh beberapa Bank terkemuka. Mengapa disebut Kalla Tower? Kalla Tower adalah aset dari perusahaan keluarga Hadji Kalla. Di sini juga menjadi kantor dari perusahaan-perusahaan Kalla Group, dan termasuk mantan Wakil Presiden tercinta, Jusuf Kalla berkantor di Gedung Kalla Tower ini. Pada Bulan Oktober 2008, Gedung Kalla Tower diresmikan dan sejak itu resmi beroperasi. Kalla Tower dibuka oleh direktur utama PT Hadji Kalla, Fatimah Kalla yang juga adik dari Jusuf Kalla. Kalla Tower terletak sangat strategis di kota makassar, dimana dekat dengan pantai Losari makassar, dengat dengan Lapangan karebosi Makassar, dekat dengan Mal Ratu Indah, dan dekat juga dengan Kawasan Trans Studio Makassar.
5. Graha Pena
Sejak mulai dioperasikan tahun 2007 yang lalu, Gedung Graha Pena Makassar telah menjadi gedung perkantoran pilihan utama bagi para investor untuk mengembangkan usahanya. Dan bukan hanya investor saja yang tertarik dengan gedung Graha Pena Makassar, banyak LSM Internasional yang telah ikut bergabung di gedung ini seperti USAID-MCCI, ILO, ICMC, USAID-DBE2, RTI INTERNATIONAL (USAID), HELLEN KELLER dan ACIAR. Maka, tak heran jika perusahaan-perusahaan besar seperti Telkomsel, PT. Energi Sengkang, PT. Energi Equity, Infomedia, BRI, HCPT, Nokia Siemens Network (NSN), dan beberapa perusahaan lainnya memilih dan berkantor di gedung Graha Pena Makassar. PT. Fajar Graha Pena  berdiri diatas lahan 1.021 Ha yang diatasnya berdiri gedung berlantai 17 yang terdiri dari lantai 1- 5 sebagai  podium dan lantai  6 -19 sebagai tower (nomor lantai 13 & 14 tidak dipakai), luas  bangunan 30.308   yang terdiri dari 22.137 space yang siap untuk dipersewakan dan 8.171 sebagai area service. Ketika diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada Oktober 2007, Graha Pena jadi gedung tertinggi di kota Makassar. Gedung 17 lantai ini menjadi kantor koran Fajar dan keluarga besar Jawa Pos lainnya. Sayangnya, status itu hanya bisa dinikmati setahun. Pada Desember 2008, Menara Bosowa rampung dan memiliki tinggi 23 lantai. Desain arsitektur Graha Pena di Makassar ini dibuat mirip dengan Graha Pena yang ada di Surabaya. Dibangun oleh PT Nindya Karya (persero), gedung di bekas lahan SPBU Pertamina ini menelan biaya sekitar Rp 150 miliar. Selain menjadi kantor bagi grup Jawa Pos, gedung ini juga disewakan sebagai kantor bagi pihak lain. Area puncak gedung, tempat berdiri menara setinggai 38 meter, terbuka untuk umum guna menikmati pemandangan kota. Lantai dasar Graha Pena digunakan untuk percetakan, bank, dan ruang pameran. Di basementnya terdapat area parkir dan minimarket.