Perangkat pada BTS

Setelah lama tidak membahas masalah telekomunikasi, kali ini saya akan membahas masalah BTS. BTS oleh orang awam sering disalahartikan. BTS menurut mereka adalah menara yang ada antenanya. Padahal BTS bukan hanya menara dan antena. ada banyak komponen yang menyusun BTS. Berikut pembahasannya.

 

1. Equipment BTS

Terletak dalam shelter. Dalam 1 shelter (dalam sistem GSM) bisa terdapat 2 sistem BTS, yaitu BTS 900 dan 1800 MHz, atau tergantung frekwensi BTS tersebut.

2. Rectifier System

Berfungsi untuk mengubah tegangan 220/380 voltAC ke voltDC. Dalam sistem CDMA, biasanya hanya bertegangan +27 voltDC atau -48voltDC.

3. Baterai

Berfungsi sebagai backup jika daya dari PLN terputus. Baterai ini dapat tahan hingga 4 jam, atau tergantung niai amperehour baterai dan desain sistem.

4. Microwave System

a. Indoor Unit (IDU): Terletak di dalam shelter. Memiliki port E1 yang disambungkan ke port E1 BTS lewat DDF. IDU mendapat suplay tegangan voltDC dari rectifier yang sama.

b. Outdoor Unit (ODU): Terletak di antena microwave. IDU dan ODU dihubungkan oleh kabel coaxial.

5. Antena Sektoral

Berbentuk persegi panjang, terpasang pada tower.

6. Antena Microwave

Berbentuk seperti gendang. Antena ini terhubung antar BTS.

7. Feeder

Berfungsi menyambungkan komponen lain.

8. Tower dan Grounding System

9. Shelter

Merupakan ruangan yang berisi komponen yang disebutkan pada poin 1-4.

 

Semoga bermanfaat, terutama untuk saya dan teman-teman prodi di Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Universal Mobile Telecomunication System (UMTS)

Mungkin kalian sudah sering mendengar atau mendapat istilah UMTS. Tapi belum banyak yang tahu apa artinya. Mari kita baca apa itu UMTS.

UMTS merupakan salah satau evolusi generasi ketiga (3G) dari jaringan mobile. Air interface yang digunakan berupa WCDMATeknologi WCDMA berbasis pada teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) yang menggunakan kode random untuk memisahkan tiap user dalam satu frame/paket data. Pada dasarnya, teknik CDMA sendiri hanya digunakan sebagai teknik antarmuka udara (air interface) pada WCDMA, dan interface WCDMA tersebut digunakan dalam standar 3G pada Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) yang merupakan pengembangan dari teknologi GSM.

Selengkapnya: Konsep Sistem UMTS

Syncronus Digital Hierarchy

Synchronous Digital Hierarchy (SDH) merupakan hirarki pemultiplekan yang berbasis pada transmisi sinkron yang telah ditetapkan oleh CCITT (ITU-T). Dalam dunia telekomunikasi, rentetan pemultiplekan sinyal-sinyal dalam transmisi menimbulkan masalah dalam hal pencabangan dan penyisipan (drop and insert) yang tidak mudah serta keterbatasan untuk memonitor dan mengendalikan jaringan transmisinya. Di Amerika, SDH juga dikenal dengan sebutan SONET (Synchronous Optical Network).
SDH memiliki dua keuntungan pokok : fleksibilitas yang demikian tinggi dalam hal konfigurasi-konfigurasi kanal pada simpul-simpul jaringan dan meningkatkan kemampuan-kemampuan manajemen jaringan baik untuk payload trafic-nya maupun elemen-elemen jaringan. Secara bersama-sama, kondisi ini akan memungkinkan jaringannya untuk dikembangkan dari struktur transport yang bersifat pasif pada PDH ke dalam jaringan lain yang secara aktif mentransportasikan dan mengatur informasi.
Tawaran-tawaran spesifik yang diciptakan oleh SDH diantaranya termasuk:
l Self-healing; yakni pengarahan ulang (rerouting) lalu lintas komunikasi secara otomatis tanpa interupsi layanan.
l Service on demand; provisi yang cepat end-to-end customer services on demand.
l Akses yang fleksibel; manajemen yang fleksibel dari berbagai lebarpita tetap ke tempat-tempat pelanggan.

lebih lengkap: SDH_fikri

Next Generation Network

Next Generation Network adalah teknologi telekomunikasi yang berbasis internet dan berbeda dengan teknologi 3G dan turunannya. Di pengertian lain, NGN adalah sebuah jaringan packet-switched yang menyediakan berbagai layanan telekomunikasi, menggunakan teknologi transportasi bagi beberapa bandwidth dan kelas layanan.

Next Generation Network (NGN) dirancang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur infokom abad ke 21. Jaringan tidak lagi diharapkan bersifat TDM, melainkan sudah dalam bentuk paket-paket yang efisien, namun dengan QoS terjaga. NGN harus mampu mengelola dan membawa berbagai macam trafik sesuai kebutuhan customer yang terus berkembang. NGN disusun dalam blok-blok kerja yang terbuka, dan bersifat open system. Setiap blok memiliki pengembangan yang terbuka lebar, namun harus selalu dapat dikomunikasikan dengan pengembangan blok-blok lainnya. Layanan dan aplikasi dikembangkan dengan standar seperti JAIN dan OSA/Parlay. Persinyalan untuk multimedia dapat menggunakan suite H.323( rekomendasi untuk komunikasi multimedia berbasis paket, yang diterbitkan sebelum dikenal teknologi Internet Protokol (IP)) yang distandarkan ITU, atau SIP yang distandarkan IETF. Pengendalian umumnya menggunakan standar bersama yang disebut H.248 oleh ITU atau MEGACO oleh IETF. Transportasi data harus dioptimasi sesuai jenis trafik yang akan dilewatkan. Untuk jenis trafik yang beraneka ragam namun menuntut QoS yang terpelihara, teknologi MPLS adalah pilihan terbaik. Untuk network yang spesifik mengangkut jenis trafik tertentu, teknologi lain dapat disiapkan. Konsep NGN yang lengkap meliputi juga teknologi yang tak mungkin diabaikan, yaitu teknologi wireless, baik untuk perangkat diam, bergerak lambat, maupun bergerak cepat, dengan berbagai rate data yang dibutuhkan

 

Pada perspektif yang praktis, NGN melibatkan 3 perubahan agricultural yang harus dilihat secera mendalam :

a. Pada jaringan inti, NGN mengimplikasikan suatu transport network yang dibangun dalam beberapa layanan yang berbeda pada satu transport network inti.

b. Pada kabel jaringan akses, NGN mengimplikasikan migrasi dari dual voice menuju ke suatu xDSL.

c. Pada kabel jaringan akses, satuan NGN ini mengimplikasikan migrasi dari constant bit .rate voice menuju CableLabs.

NGN dirancang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur informasi dan komunikasi abad ke-21. Konsepnya lebih dari sekedar Internet yang digabungkan dengan PSTN (Public Switched Telephone Network) dan ISDN.

 

NGN harus mampu mengelola dan membawa berbagai macam trafik sesuai kebutuhan customer yang terus berkembang. Jaringan tidak lagi diharapkan bersifat TDM seperti PSTN sekarang, melainkan sudah dalam bentuk paket-paket yang efisien, namun dengan keandalan dan kualitas (QoS) terjaga. Jika PSTN meletakkan kecerdasan pada network, dan Internet meletakkannya pada host, maka NGN menyebarkan kecerdasan pada network dan host. Feature layanan lintas media menjadi dimungkinkan.

NGN (Next generation network) mengkonvergensi antara jaringan sirkuit (Circuit Network) dan jaringan paket (paket network), termasuk di dalamnya jaringan seluler, yang akan menjadi kebutuhan di masa depan. Ini dikarenakan komunikasi bukan lagi Cuma melibatkan suara, namun juga data, gambar, bahkan video.

NGN menggunakan jaringan komunikasi data untuk melakukan berbagai aktivitas, dari percakapan hingga browsing internet dan multimedia. Nantinya kita tidak akan tahu lagi perangkat apa yang digunakan lawan bicara kita. Bisa melalui ponsel, telepon rumah, atau komputer, karena semuanya masuk ke jaringan NGN dan suara yang dikeluarkan merupakan suara normal yang biasa kita dengar saat melakukan komunikasi. Dengan teknologi ini komunikasi akan menjadi jauh lebih mudah, cepat dan murah. Penghematan biaya percakapan menggunakan teknologi NGN bisa berkisar antara 30% hingga 70%, tergantung jenis percakapan yang dilakukan. Bila percakapan lokal, maka penghematannya relative lebih kecil. Tetapi bisa percakapan interlokal maupun internasional, maka penghematan bisa terjadi hingga 70%.

 

Jenis-Jenis Antena pada WiMax

baca materi selengkapnya di sini: antena wimax

1.    Antena Omnidirectional
Antena Omnidirectional adalah antena yang memancar secara seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. Pola ini sering digambarkan sebagai “bentuk donat”. Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di sistem komunikasi outdoor point-to-multipoint, termasuk sambungan telepon selular dan siaran TV.
2.    Antena Sectoral
Antenna Sektoral kadang kala di sebut dengan Antenna Patch Panel pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan antenna omni. Biasanya digunakan untuk Access Point bagi sambungan Point-to-Multi-Point (P2MP). Umumnya antenna sektoral mempunyai polarisasi vertikal, beberapa diantaranya juga mempunyai polarisasi horizontal.
3.    Antena Panel
Antena Panel biasanya berbentuk panel datar dengan ukuran kurang lebih 30 cm persegi . Antena panel memiliki fungsi khusus, yang digunakan sebagai receiver (penangkap sinyal). Sumber daya listrik semacam ini dikenal dengan Power over Ethernet (PoE) .

Wireless Broadband

 

 

 

 

 

 

Sekarang teknologi seluler sudah berkembang ke generasi keempat (4G). Ada WiMax, WiBro, dan lainnya. Kali ini saya akan membahas WiBro. Walaupun belum diterapkan di Indonesia, tapi ini penting kita ketahui.

WiBro (Wireless Broadband) adalah yaitu layanan internet portabel yang dipancarkan pada frekuensi 2,3 GigaHertz (GHz). WiBro memungkinkan akses internet broadband ke berbagai perangkat. Termasuk ponsel, komputer notebook, dan PDA. Dari segi mobilitas, Wibro juga dinilai lebih efisien ketimbang WiFi yang sekarang menjadi standar internet nirkabel. Jangkauan WiFi masih terbatas kira-kira sampai 100 meter, sementara Wibro diklaim dapat diakses sampai jarak 1 kilometer dari stasiun pemancarnya.
Akses Wibro juga disebut masih bisa diterima di dalam kendaraan berkecepatan 60 kilometer per jam. WiBro dikembangkan Samsung bersama dengan Electronics and Technology Research Institute (ETRI) dan telah mendapat sertifikat dari Wimax Forum. Teknologi ini mampu mengirim data dengan kecepatan hingga 50 Mbps. Kecepatan transfer data mampu mengungguli kecepatan transfer data berplatform HSDPA yang memiliki kemampuan mengirim data hingga 14 Mbps.
WiBro adalah pengembangan lebih lanjut dari standar teknologi buatan Korea yang disebut high-speed portabel internet (HPI). Para pengembangnya antara lain KT Corps, SK Telecom, dan Electronic & Telecommunications Research Institute. Kini standar teknologi HPI sudah dianggap termasuk satu dari standar teknis global mengingat HPI memakai standar 802.16e dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
Mobilitas:
•    Menerima akses data dapat diterima dalam kendaraan berkecepatan 60 km/h, 120 km/h
•    Penampilan atau interface tetap baik ketika dalam keadaan bergerak(dapat berpindah-pindah dalam pengaksesan)
IP
•    Mudah digunakan dengan intenet dunia
•     Pebagian terminal mencakup : PDA,Ponsel,computer notebook,PMP,PC,dll.
Broadband
•    1Mbps per user
•    Kapibilitas upload broadband
Keunggulan WIbro:
•    Memiliki kecepatan internet yang sangat tinggi didalam ruangan maupun diluar
•    Penyediaan spectrum untuk pemakaian yang maksimum dan   spesifikasi spektrum yang jelas, sehingga tidak membingungkan bagi pihak yang akan menyelenggarakan teknologi.
•    Service coverage yang sangat luas
•    Pengurangan biaya perbit lebih murah
•    Tranmisi data lebih cepat
•    Menjelajahi atau mengakses pada seluler dan WLAN

Pembangunan kedepan untuk WIbro:
•    Pengaksesan dunia atau biasa disebut global roaming
•    Servis coverage (servis daerah)
•    Pengembangan agar menjadi lebih baik pada QoS
•    Dukungan mobilitas tinggi
•    Lebih menigkatakan kapsitas yang ada
•    Optimum rate date & tampilan
Lebih meningkatakan keefisiensi spectrum(10bps/Hz/cell)
Tarif data mencapai 100Mbps
MIPV6 fast handover
Mobilitas mencapai 150km/h
MIMO dan smart Antena system

WiBro merupakan pengembangan dari WiMax. Berikut perbandingan WiMax dan WiBro: