Alhamdulillah (Refleksi Ramadhan)

al quran di masjid

al quran yang dicinta untuk selamanya

Alhamdulillah.

Segala puji bagiMu, Ya Allah.

Segala puji atas nikmat Islam yang Engkau berikan kepada kami.

Segala puji atas nikmat Iman yang Engkau tanamkan dalam dada kami.

Segala puji atas perasaan khusyu’ dalam beribadah, yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang Engkau ridhoi. Baca lebih lanjut

Shalat Tarawih Satu Juz Tiap Malam di Masjid Kampus Baiturrahmah Padang

Masjid Jabal Rahmah By Pass Tampak Depan

Masjid Jabal Rahmah dari tepi Jalan Bypass | dokumentasi pribadi

Masjid Jabal Rahmah, Padang, merupakan Masjid yang berada dalam kompleks Universitas Baiturrahmah dan Rumah Sakit Siti Rahmah. Sehingga terkadang Masjid ini juga disebut Masjid Baiturrahmah. Masjid ini dikelola oleh Yayasan Baiturrahmah, yang didirikan seorang saudagar Padang bernama Haji Amran, yang juga mengelola Universitas Baiturrahmah dan Rumah Sakit Siti Rahmah. Baca lebih lanjut

Beribadah Sekaligus Berwisata di Masjid Raya Sumatera Barat

1453896340-Masjid_raya

Masjid Raya Sumatera Barat dari arah selatan | Photo by sumbarprov.go.id

Masjid Raya Sumatera Barat adalah Masjid terbesar di Sumatera Barat, yang terletak di persimpangan Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Padang, Sumatera Barat. Dilansir wikipedia, pembangunan masjid dengan kapasitas hingga 6000 jamaah ini dimulai pada 21 Desember 2007. Baca lebih lanjut

Malu, Kepingan Iman yang Mulai Terkikis

Salah satu sifat yang dimiliki manusia secara fitrah adalah sifat malu. Sifat malu telah diajarkan oleh orang tua kepada anaknya sejak kecil, bahkan sifat malu merupakan ajaran Islam yang diposisikan sangat tinggi dalam Islam. Maka sangat disayangkan jika sifat malu perlahan mulai terkikis oleh perilaku manusia yang mulai tidak mengenal rasa malu.

Menurut Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, alhaya’ (rasa malu) diambil dari kata-kata hayat (kehidupan). Sehingga kekuatan rasa malu itu sebanding lurus dengan sehat atau tidaknya hati seseorang. Berkurangnya rasa malu merupakan pertanda dari matinya hati dan ruh orang tersebut. Semakin sehat suatu hati maka akan makin sempurna rasa malunya.

MALU MERUPAKAN FITRAH MANUSIA

Sejak awal kehidupan manusia, yaitu pada kehidupan Nabi Adam dan Istrinya di Surga, sifat malu telah ditanamkan dalam diri mereka. Sehingga sifat malu merupakan fitrah manusia. Allah menceritakan dalam Al Qur’an saat Nabi Adam dan Istrinya mengikuti ajakan Iblis untuk memakan buah yang dilarang. Setelah mereka memakan buah tersebut, aurat mereka tersingkap dan mereka merasa malu sehingga menutupi tubuhnya dengan dedaunan.

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (Surah Al Al A’raf ayat 22)

MALU MERUPAKAN AJARAN NABI DAN RASUL

Salah satu contoh yang tertulis dalam Al Qur’an adalah kisah dua putri Nabi Syuaib saat diperintahkan ayahnya menemui Nabi Musa ‘alaihissalam. Mereka menemui Nabi Musa ‘alaihissalam dengan malu-malu, karena mereka mendatangi tempat seorang lelaki yang bukan mahramnya.

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu-malu, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”. (Surah Al Qashash ayat 25)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan merupakan seorang pemalu. Digambarkan dalam sebuah hadits bahwa beliau lebih malu dibanding seorang gadis yang dipingit.

Malu adalah akhlak para Nabi , terutama pemimpin mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih pemalu daripada gadis yang sedang dipingit. (Hadits Riwayat Bukhari)

MALU MERUPAKAN AKHLAK ISLAM

Salah satu tanda mulianya ajaran Islam adalah mengajarkan sifat malu. Saking pentingnya sifat malu sehingga malu merupakan salah satu bagian dari iman.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Iman itu terdiri dari 70 sekian atau 60 sekian cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan la ilaha illalloh. Sedangkan cabang iman yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari tempat berlalu lalang. Rasa malu adalah bagian dari iman.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya. (Hadits riwayar Al Hakim)

Malu dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu malu kepada Allah dan malu kepada manusia. Malu kepada Allah adalah rasa malu untuk meninggalkan perintah Allah. Malu untuk melakukan maksiat dan menjaga syahwat. Sedangkan malu kepada manusia membawa kepada sifat terpuji, serta tidak melakukan hal-hal tercela di hadapan manusia. Sifat malu akan mengontrol manusia untuk berpikir lagi sebelum berbuat atau berkata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang malu kepada Allah dalam sebuah hadits.

Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu duhai Rasulullah”, jawab para sahabat. Nabi bersabda,“Bukan demikian namun yang dimaksud malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah menjaga kepala dan anggota badan yang terletak di kepala, menjaga perut dan anggota badan yang berhubungan dengan perut, mengingat kematian dan saat badan hancur dalam kubur. Siapa yang menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut maka dia telah merasa malu dengan Allah dengan sebenar-benarnya.” (HR. Tirmidzi)

HILANGNYA SIFAT MALU DI ZAMAN SEKARANG

Sangat disayangkan jika saat ini sifat malu mulai berkurang di sisi manusia. Beberapa orang tidak malu lagi untuk mengerjakan perbuatan tercela, baik di sisi manusia terlebih lagi di hadapan Allah. Seperti bermesraan di tempat umum dengan orang yang bukan mahramnya, melakukan transaksi haram, bahkan tidak malu lagi untuk meninggalkan Shalat.

Bahkan sebagian orang begitu bangganya menyebarkan berita atau bukti perbuatan maksiat mereka, yang sebenarnya mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Allah telah menyembunyikan aib mereka, namun mereka sendiri yang menyebarkan keburukan mereka.

Maka sungguh benarlah sabda Rasulullah berikut ini.

Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’” (Hadits Riwayat Bukhari)

Mari jaga iman kita agar tidak berkurang, dengan menjaga sifat malu dalam diri kita.

Hafal Quran, Game Islami Dengan Platform GNU-Linux

Akhir-akhir ini game berkembang tidak hanya sekedar permainan digital yang hanya menghabiskan waktu tanpa memberi efek edukasi. Sekarang telah banyak pengembang game yang membuat game edukatif untuk anak-anak. Salah satunya adalah game Hafal Qur’an buatan Pring Studio, pengembang aplikasi asal Jawa Timur.

Pada game yang pertama dirilis pada Nopember 2014 ini, ayat-ayat Al Qur’an juz 30 akan diacak seperti puzzle. Sehingga ayat-ayat tersebut disusun sesuai urutannya dengan pembagian level sesuai dengan urutan surah dari An Naas sampai An Naba. Untuk tiap level yang langsung diselesaikan dengan benar akan diberi nilai 50, dan tiap salah nilai dikurangi 10.

Screenshot from 2016-06-02 21-51-39

Tampilan awal

Screenshot from 2016-06-02 21-51-45

Pemilihan level

Screenshot from 2016-06-02 13-18-32

Ayat disusun sesuai urutannya

Game ini awalnya dikembangkan untuk platform android, dan dibuat untuk kompetisi yang diselenggarakan Baidu Indonesia. Namun saat ini telah tersedia versi desktop untuk platform Ubuntu (dan turunannya). Selain itu, game telah dimasukkan dalam rilis Grombyang OS 2.0 (salah satu hasil remaster Ubuntu asal Indonesia).

Untuk menginstall Hafal Qur’an di Android, langsung saja ketik “hafal quran” pada menu pencarian dan game Hafal Qur’an akan berada di urutan pertama, atau dengan mencarinya di Baidu mobomarket. Sedangkan untuk menginstall di Ubuntu dan turunannya, silahkan install via ppa dengan mengetik perintah berikut di Terminal:

 

$ sudo add-apt-repository ppa:bedouin/islamic

$ sudo apt-get update

$ sudo apt-get install libqt4-sql-sqlite hafalquran-game

 

Saat ini, Hafal Qur’an telah dibuat untuk arsitektur armhf, sehingga bisa digunakan di komputer mini Raspberry Pi 2 dengan sistem operasi Ubuntu Mate. Selain itu, pihak pengembang sedang mengembangan game ini dengan material design. Sehingga tampilan pada versi barunya in sya Allah akan jauh lebih baik lagi.

Penilaian saya setelah mencoba Hafal Qur’an versi mobile dan desktop, game ini sangat menarik dan bagus. Saya juga telah memberikan game ini kepada santri TPA sebagai selingan saat pelajaran hafalan juz 30, dan mereka sangat antusias memainkannya. Yang paling menarik bagi saya adalah tulisannya yang serupa dengan khat Al Qur’an Madinah, sehingga mudah dibaca. Namun sebagaimana aplikasi lainnya, game ini juga memiliki kekurangan. Seperti pada surah Al Kafirun ayat 3 dan 5 yang belum bisa ditukar urutannya, walaupun ayatnya sama. Selain itu, untuk versi mobile harus dimainkan dengan ponsel terhubung dengan internet.

Screenshot_2016-06-02-13-13-16

Tampilan game versi mobile, hampir serupa dengan versi desktop. Hanya font yang berbeda.

Bagi yang ingin bertanya tentang game ini, silahkan bertanya langsung ke pengembangnya. Pengembang dapat dihubungi melalui halaman Facebook “Hafal Quran” dan website http://hafalquran.amzone.web.id. Satu yang terpenting, game ini gratis dan open source. Jadi tunggu apa lagi, segera download di ponsel dan komputer Anda!