Lima Bot Telegram Terbaik Untuk Penunjang Chattingmu

Telegram merupakan salah satu aplikasi chatting yang populer digunakan. Perbedaan telegram dengan aplikasi lain adalah telegram bersifat open-source dan menggunakan cloud storage, sehingga pengguna tidak perlu khawatir kehilangan chat history yang telah dihapus dari perangkatnya. Selain itu, telegram juga dapat digunakan pada banyak sistem operasi, baik desktop maupun mobile.

Keunggulan telegram yang lain adalah fitur bot. Bot merupakan akun yang dapat merespon pesan yang masuk secara otomatis sesuai perintah yang diprogram pada bot tersebut. Bot digunakan untuk memudahkan pekerjaan penggunanya, seperti pencarian gambar, gaming, dan lainnya. Bahkan bot telegram sudah dapat digunakan untuk mengendalikan mikrokontroler.

Jumlah bot telegram sangat banyak, dan terus bertambah seiring bertambahnya pengembang bot. Berikut ini lima bot telegram populer beserta fungsinya. Saya hanya membatasi pembahasan pada lima bot karena bot tersebut yang sering saya gunakan dan agar tulisan ini tidak terlalu panjang ^_^.

  1. Bold

    Fungsi bot ini adalah mengubah tulisan menjadi tebal, miring, atau preformatted. Cara penggunaannya cukup ketik @bold beserta kalimat yang ingin dikirimkan pada chat room.

    11,2

  2. Pollbot

    Mau membuat jajak pendapat di grup? Gunakan saja bot @pollbot. Cukup chat @pollbot dan ikuti perintahnya. Setelah itu bagikan polling yang telah dibuat ke grup yang diinginkan.

    22,2

  3. Like

    Hampir serupa dengan @pollbot, namun @like lebih praktis digunakan karena tidak ada pilihan jawaban secara tertulis (hanya berbentuk emotikon). Cukup ketik @like di grup lalu ketik pertanyaan yang ingin diajukan. Hasilnya akan seperti ini.

    3

Jika ingin menambah emotikon, lakukan langkah di atas melalui private chat dengan @like.

3,2

  1. Youtube

    Bot @youtube dapat menampilkan video sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan. Cukup ketik @youtube beserta kata kunci pada chat room, dan deretan hasil pencarian akan muncul.

    44,2

  2. Bing

    Bot ini berguna untuk mencari gambar dan langsung mengirimkannya ke chat room. Cukup ketik @bing dan kata kuncinya, lalu deretan hasil pencarian akan muncul.

    55,2

Sekian pembahasan tentang bot telegram. Jika ada kesalahan atau ingin menambahkan bot favorit anda, silahkan tulis di kolom komentar.

Kedudukan Akal dalam Islam

Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pencipta manusia telah membekali manusia dengan akal, yang perannya sangat vital bagi kehidupan manusia. Dengan akal, manusia dapat membedakan kebaikan dan keburukan, serta memahami kebesaran dan kekuasaan Allah ‘azza wa jalla. Karena peran vital tersebutlah, maka Islam mengatur tentang bagaimana cara manusia berfikir dan menggunakan akal.

KEDUDUKAN AKAL DALAM ISLAM

1. Agama diturunkan hanya kepada orang yang berakal

syariat Islam hanya dibebankan kepada orang-orang yang berakal. Karena hanya orang-orang yang berakal yang dapat memahami syari’at. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakal lah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (Al Baqarah: 269)

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Ar Ra’d: 19)

Hanya orang-orang yang akalnya tidak/belum berfungsi dengan baik yang dibebaskan dari syariat Islam, atau dibebaskan dari perintah dan larangan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Pena pencatat amal dan dosa itu diangkat dari tiga golongan; orang yg tidur hingga terbangun, orang gila hingga ia waras, & anak kecil hingga ia baligh. [HR. Abudaud No.3822].

Sangat banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Al Qur’an dan seluruh tanda-tanda kebesaran Allah hanya diturunkan kepada orang-orang yang berakal.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Ali Imran: 190)

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Az Zumar: 9)

2. Diperintahkan Allah agar dijaga

Salah satu hikmah dari larangan Allah subhanahu wa ta’ala atas khamr (minuman keras) adalah untuk menjaga akal dari kerusakan. Sebab jika akal telah rusak, maka seseorang dapat melakukan apapun yang dia kehendaki. Sebagaimana firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al Maidah: 90-91)

Melalui khamr, syaitan akan mengendalikan peminum khamr untuk berbuat kerusakan, serta menjauhkannya dari mengingat Allah. Karena itu, sering ditemukan orang yang berbuat kerusakan akan meminum khamr terlebih dahulu sebelum berbuat kerusakan.

Dengan kata lain, akal diciptakan Allah sebagai pengendali kehidupan. Supaya manusia mendapatkan kemuliaan dalam kehidupannya dengan akal.

3. Menjadi Sebab Diturunkannya Syariat

Salah satu tujuan diturunkannya syari’at adalah untuk mengatur penggunaan akal. Syari’at dan akal.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Akal merupakan syarat dalam mempelajari semua ilmu. Ia juga syarat untuk menjadikan semua amalan itu baik dan sempurna, dan dengannya ilmu dan amal menjadi lengkap. Namun (untuk mencapai itu semua), akal bukanlah sesuatu yang dapat berdiri sendiri, tapi akal merupakan kemampuan dan kekuatan dalam diri seseorang, sebagaimana kemampuan melihat yang ada pada mata. Maka apabila akal itu terhubung dengan cahaya iman dan al-Qur’ân, maka itu ibarat cahaya mata yang terhubung dengan cahaya matahari atau api” [Majmû’ul Fatâwâ, 3/338].

Artinya, peran akal dalam mengendalikan kehidupan manusia sangat penting. Akal dan syariat adalah seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan.

JIKA AKAL DIKALAHKAN DENGAN HAWA NAFSU

Sebagian manusia telah dikalahkan akalnya oleh syahwatnya. Mereka menggunakan akalnya untuk menentang syari’at dan melecehkan sunnah Rasulullah. Mereka mengecap orang yang menjalankan syariat Allah dan sunnah Rasulullah sebagai orang yang bodoh dan terbelakang.

Beberapa contoh kasus seperti itu telah terjadi. Ada orang yang mengatakan bahwa ibadah haji itu hanya membuang harta dan tenaga. Ada juga yang mendukung perilaku penyimpangan seksual (yang telah nyata pengharamannya dalam Al Qur’an dan Hadits) dengan dalih hak asasi manusia. Dan pemikiran sesat lainnya yang telah mereka sebarkan untuk merusak akal manusia.

Orang yang beriman jika diturunkan kepadanya suatu perintah, maka mereka akan mendengarnya dan menaatinya. Sedangkan orang kafir hanya mendengar perintah tersebut, namun mereka tidak menaatinya bahkan melecehkannya. Perbandingan orang beriman dan orang kafir dalam menerima perintah dari Allah telah termaktub dalam Al Qur’an:

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. (Al Baqarah: 285)

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis. (An Nisa: 46)

Bagi orang beriman, perintah dan syariat Allah adalah sesuatu yang wajib ditaati tanpa harus dianalisis dan dipertentangkan. Sedangkan bagi orang kafir yang menganggap akalnya lebih hebat dari syariat Allah, mereka akan melecehkan syariat tersebut. Bagaimana mungkin akal manusia mengalahkan kepintaran dan kecerdasan Allah yang menciptakannya?

Intinya, akal bukan berfungsi sebagai hakim atas segala hal. Namun akal hanya berfungsi sebagai alat untuk memahami kekuasaan Allah. Letakkan akal kita di belakang Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Malu, Kepingan Iman yang Mulai Terkikis

Salah satu sifat yang dimiliki manusia secara fitrah adalah sifat malu. Sifat malu telah diajarkan oleh orang tua kepada anaknya sejak kecil, bahkan sifat malu merupakan ajaran Islam yang diposisikan sangat tinggi dalam Islam. Maka sangat disayangkan jika sifat malu perlahan mulai terkikis oleh perilaku manusia yang mulai tidak mengenal rasa malu.

Menurut Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, alhaya’ (rasa malu) diambil dari kata-kata hayat (kehidupan). Sehingga kekuatan rasa malu itu sebanding lurus dengan sehat atau tidaknya hati seseorang. Berkurangnya rasa malu merupakan pertanda dari matinya hati dan ruh orang tersebut. Semakin sehat suatu hati maka akan makin sempurna rasa malunya.

MALU MERUPAKAN FITRAH MANUSIA

Sejak awal kehidupan manusia, yaitu pada kehidupan Nabi Adam dan Istrinya di Surga, sifat malu telah ditanamkan dalam diri mereka. Sehingga sifat malu merupakan fitrah manusia. Allah menceritakan dalam Al Qur’an saat Nabi Adam dan Istrinya mengikuti ajakan Iblis untuk memakan buah yang dilarang. Setelah mereka memakan buah tersebut, aurat mereka tersingkap dan mereka merasa malu sehingga menutupi tubuhnya dengan dedaunan.

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (Surah Al Al A’raf ayat 22)

MALU MERUPAKAN AJARAN NABI DAN RASUL

Salah satu contoh yang tertulis dalam Al Qur’an adalah kisah dua putri Nabi Syuaib saat diperintahkan ayahnya menemui Nabi Musa ‘alaihissalam. Mereka menemui Nabi Musa ‘alaihissalam dengan malu-malu, karena mereka mendatangi tempat seorang lelaki yang bukan mahramnya.

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu-malu, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”. (Surah Al Qashash ayat 25)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan merupakan seorang pemalu. Digambarkan dalam sebuah hadits bahwa beliau lebih malu dibanding seorang gadis yang dipingit.

Malu adalah akhlak para Nabi , terutama pemimpin mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih pemalu daripada gadis yang sedang dipingit. (Hadits Riwayat Bukhari)

MALU MERUPAKAN AKHLAK ISLAM

Salah satu tanda mulianya ajaran Islam adalah mengajarkan sifat malu. Saking pentingnya sifat malu sehingga malu merupakan salah satu bagian dari iman.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Iman itu terdiri dari 70 sekian atau 60 sekian cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan la ilaha illalloh. Sedangkan cabang iman yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari tempat berlalu lalang. Rasa malu adalah bagian dari iman.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya. (Hadits riwayar Al Hakim)

Malu dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu malu kepada Allah dan malu kepada manusia. Malu kepada Allah adalah rasa malu untuk meninggalkan perintah Allah. Malu untuk melakukan maksiat dan menjaga syahwat. Sedangkan malu kepada manusia membawa kepada sifat terpuji, serta tidak melakukan hal-hal tercela di hadapan manusia. Sifat malu akan mengontrol manusia untuk berpikir lagi sebelum berbuat atau berkata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang malu kepada Allah dalam sebuah hadits.

Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu duhai Rasulullah”, jawab para sahabat. Nabi bersabda,“Bukan demikian namun yang dimaksud malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah menjaga kepala dan anggota badan yang terletak di kepala, menjaga perut dan anggota badan yang berhubungan dengan perut, mengingat kematian dan saat badan hancur dalam kubur. Siapa yang menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut maka dia telah merasa malu dengan Allah dengan sebenar-benarnya.” (HR. Tirmidzi)

HILANGNYA SIFAT MALU DI ZAMAN SEKARANG

Sangat disayangkan jika saat ini sifat malu mulai berkurang di sisi manusia. Beberapa orang tidak malu lagi untuk mengerjakan perbuatan tercela, baik di sisi manusia terlebih lagi di hadapan Allah. Seperti bermesraan di tempat umum dengan orang yang bukan mahramnya, melakukan transaksi haram, bahkan tidak malu lagi untuk meninggalkan Shalat.

Bahkan sebagian orang begitu bangganya menyebarkan berita atau bukti perbuatan maksiat mereka, yang sebenarnya mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Allah telah menyembunyikan aib mereka, namun mereka sendiri yang menyebarkan keburukan mereka.

Maka sungguh benarlah sabda Rasulullah berikut ini.

Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’” (Hadits Riwayat Bukhari)

Mari jaga iman kita agar tidak berkurang, dengan menjaga sifat malu dalam diri kita.

Hafal Quran, Game Islami Dengan Platform GNU-Linux

Akhir-akhir ini game berkembang tidak hanya sekedar permainan digital yang hanya menghabiskan waktu tanpa memberi efek edukasi. Sekarang telah banyak pengembang game yang membuat game edukatif untuk anak-anak. Salah satunya adalah game Hafal Qur’an buatan Pring Studio, pengembang aplikasi asal Jawa Timur.

Pada game yang pertama dirilis pada Nopember 2014 ini, ayat-ayat Al Qur’an juz 30 akan diacak seperti puzzle. Sehingga ayat-ayat tersebut disusun sesuai urutannya dengan pembagian level sesuai dengan urutan surah dari An Naas sampai An Naba. Untuk tiap level yang langsung diselesaikan dengan benar akan diberi nilai 50, dan tiap salah nilai dikurangi 10.

Screenshot from 2016-06-02 21-51-39

Tampilan awal

Screenshot from 2016-06-02 21-51-45

Pemilihan level

Screenshot from 2016-06-02 13-18-32

Ayat disusun sesuai urutannya

Game ini awalnya dikembangkan untuk platform android, dan dibuat untuk kompetisi yang diselenggarakan Baidu Indonesia. Namun saat ini telah tersedia versi desktop untuk platform Ubuntu (dan turunannya). Selain itu, game telah dimasukkan dalam rilis Grombyang OS 2.0 (salah satu hasil remaster Ubuntu asal Indonesia).

Untuk menginstall Hafal Qur’an di Android, langsung saja ketik “hafal quran” pada menu pencarian dan game Hafal Qur’an akan berada di urutan pertama, atau dengan mencarinya di Baidu mobomarket. Sedangkan untuk menginstall di Ubuntu dan turunannya, silahkan install via ppa dengan mengetik perintah berikut di Terminal:

 

$ sudo add-apt-repository ppa:bedouin/islamic

$ sudo apt-get update

$ sudo apt-get install libqt4-sql-sqlite hafalquran-game

 

Saat ini, Hafal Qur’an telah dibuat untuk arsitektur armhf, sehingga bisa digunakan di komputer mini Raspberry Pi 2 dengan sistem operasi Ubuntu Mate. Selain itu, pihak pengembang sedang mengembangan game ini dengan material design. Sehingga tampilan pada versi barunya in sya Allah akan jauh lebih baik lagi.

Penilaian saya setelah mencoba Hafal Qur’an versi mobile dan desktop, game ini sangat menarik dan bagus. Saya juga telah memberikan game ini kepada santri TPA sebagai selingan saat pelajaran hafalan juz 30, dan mereka sangat antusias memainkannya. Yang paling menarik bagi saya adalah tulisannya yang serupa dengan khat Al Qur’an Madinah, sehingga mudah dibaca. Namun sebagaimana aplikasi lainnya, game ini juga memiliki kekurangan. Seperti pada surah Al Kafirun ayat 3 dan 5 yang belum bisa ditukar urutannya, walaupun ayatnya sama. Selain itu, untuk versi mobile harus dimainkan dengan ponsel terhubung dengan internet.

Screenshot_2016-06-02-13-13-16

Tampilan game versi mobile, hampir serupa dengan versi desktop. Hanya font yang berbeda.

Bagi yang ingin bertanya tentang game ini, silahkan bertanya langsung ke pengembangnya. Pengembang dapat dihubungi melalui halaman Facebook “Hafal Quran” dan website http://hafalquran.amzone.web.id. Satu yang terpenting, game ini gratis dan open source. Jadi tunggu apa lagi, segera download di ponsel dan komputer Anda!

Hari Kemenangan

Tanpa terasa, Ramadhan akan berlalu.
Hari kemenangan pun akan datang.

Hari yang merupakan hari raya seluruh kaum muslimin sedunia.
Hari yang dipenuhi kegembiraan, walau kadang bercampur aduk dengan kesedihan ditinggal Ramadhan.
Sekarang orang-orang sedang giat menyambut hari kemenangan.
Ada yang menyambutnya dengan cara yang keliru, dan cara yang sesuai petunjuk Rasul.

Seperti apakah cara yang keliru itu?
Yaitu orang yang mempersiapkan makanan, pakaian baru, perlengkapan baru, dan lainnya.
Sementara ibadahnya kurang diperhatikan.
Qur’an tidak lagi dibaca, tarawih sudah ditinggalkan.
Sibuk dengan obrolan dan perbuatan sia-sia.

Bagaimanakah cara Rasul menyambut hari kemenangan?
Yaitu dengan menghidupkan sisa-sisa malam Ramadhan di Masjid.
Untuk qiyamullail, bermunajat kepada Sang Penguasa alam semesta.
Menantikan perjumpaan dengan lailatulqadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan.
Mengharap rahmat, ampunan, dan pembebasan dari adzab neraka.

Di Hari kemenangan, ada dua jenis orang yang menyambutnya.
Mereka adalah para pemenang sejati, dan orang yang merasa menang padahal tidak ada kemenangan bagi mereka.

Bagaimanakah ciri-ciri para pemenang?
Mereka adalah yang Ramadhannya diisi dengan ibadah, bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga.
Mereka adalah yang mengisi Masjid saat shaf-shafnya sudah semakin ke depan.

Mereka menjaga ibadahnya setelah berpisah dengan Ramadhan.
Tetap menjaga shalatnya di Masjid.
Tetap membaca dan mempelajari Al Qur’an.
Amalan sunnah tetap dilaksanakan.
Mereka itulah yang Ramadhan nya meninggalkan bekas di keseharian mereka.
Mereka lah orang yang bertaqwa.

Barangsiapa yang beribadah karena Ramadhan, maka Ramadhan pasti berlalu.
Barangsiapa yang beribadah karena Allah, maka Allah mahahidup dan tidak mati.

Semoga Ramadhan berbekas di keseharian kita. Semoga seluruh dosa kita terampuni di Bulan Ramadhan, dan mendapat predikat taqwa.

Persiapan Menyambut Ramadhan

Sebelumnya, saya memohon maaf karena tulisan ini merupakan tulisan saya yang terbaru sejak lebaran tahun lalu. Banyaknya rutinitas dan penyakit yang beberapa bulan lalu saya alami menghambat saya untuk mengurus blog ini. Namun Alhamdulillah saya bisa mengurus blog ini lagi.

Tulisan saya ini telah dimuat sebelumnya di blog Keluarga Muslim Politeknik Negeri Ujung Pandang.

 

Dalam agama Islam, ada beberapa waktu yang istimewa. Keistimewaan tersebut berupa pahala yang dilipatgandakan atau amalan khusus yang hanya dapat dilakukan pada waktu itu. Waktu-waktu tersebut ada yang berlangsung tiap hari seperti waktu sepertiga malam terakhir, tiap pekan seperti hari Jum’at, dan ada pula yang hanya ada sekali dalam setahun seperti bulan Ramadhan yang in sya Allah tidak lama lagi akan tiba.

Karena datangnya yang hanya sekali dalam setahun, maka tentunya kita sebagai orang yang beriman harus memerlakukan bulan Ramadhan seperti tamu yang mulia. Pada bulan Ramadhan pahala dilipatgandakan dan ada beberapa amalan yang hanya dapat dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Sebagaimana menyambut tamu istimewa, kita patut mempersiapkan diri untuk menyambutnya.

Mengapa Mempersiapkan Diri?

  1. Ramadhan adalah bulan ampunan. Pada bulan Ramadhan pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Serta tiap malam Allah akan membebaskan hambaNya dari azab neraka. Hal ini disebutkan pada hadits berikut:

“Jika masuk malam pertama pada bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Pintu-pintu neraka akan ditutup dan tidak akan dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak akan ditutup. Dan berseru seorang penyeru, Wahai orang yang menginginkan kebaikan, kemarilah. Dan wahai orang yang menginginkan keburukan, tahanlah. Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan hal itu terjadi tiap malam.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata tentang hadits ini, “Pintu surga dibuka agar ummat Islam termotivasi melakukan amal kebaikan, dan pintu neraka ditutup karena kurangnya maksiat yang dilakukan orang beriman. Setan yang dibelenggu tidak akan dibiarkan mengganggu manusia.”

  1. Pada bulan Ramadhan ada ibadah puasa yang pahalanya langsung dari Allah dan jumlahnya tak terbatas. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pada hadits qudsi:

“Setiap amalan anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Maka itu milikKu, dan Aku akan langsung memberinya ganjaran.” (Hadits riwayar Bukhari)

Ibadah lain seperti shalat, shadaqah, dan lainnya, telah ditetapkan Allah pahalanya. Namun ibadah puasa pahalanya langsung dari Allah dan tidak terbatas. Hal ini juga dikarenakan ibadah puasa merupakan amalan yang paling kecil kemungkinannya untuk riya’ (mengharapkan pujian/dilihat manusia).

Selain itu, pada bulan Ramadhan juga ada satu malam yang pahala ibadah saat malam tersebut lebih baik dari seribu bulan, yaitu “Lailatul Qadar” atau malam kemuliaan.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Surah Al Qadr ayat 3)

  1. Nama lain bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an, karena saat itu diturunkan Al Qur’an. Seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (Surah Al Baqarah ayat 185)

Apa yang Harus Dipersiapkan?

Yang paling utama dipersiapkan adalah niat. Seluruh ibadah yang tidak disertai niat adalah tertolak. Namun selain niat untuk berpuasa Ramadhan, ada niat lain untuk beribadah di bulan Ramadhan. Yaitu niat dan bertekad untuk rajin dan memperbanyak ibadah sunnah. Seperti shalat tarawih / qiyamullail, memperbanyak bacaan Al Qur’an, shadaqah, dzikir, dan amalan sunnah lain. Karena pahala ibadah pada bulan Ramadhan sangat berlipat ganda.

Selain itu, patutnya kira berharap pada bulan Ramadhan kita mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Persiapan yang tak kalah pentingnya adalah persiapan kesehatan. Beberapa ibadah pada bulan Ramadhan memerlukan kondisi fisik yang prima untuk melaksanakannya. Misalnya, puasa dan shalat tarawih. Sangat sulit orang yang sakit untuk melaksanakan ibadah puasa. Begitu pula dengan shalat tarawih, sulit bagi orang yang sakit untuk melaksanakan shalat tarawih, apalagi jika bacaannya cukup panjang. Maka kesehatan merupakan hal yang tidak dapat dikesampingkan dalam ibadah.

Yang Diharapkan Setelah Ramadhan

Salah satu tujuan puasa Ramadhan adalah untuk mencapai derajat taqwa, sebagaimana firman Allah ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surah Al Baqarah ayat 183)

Sehubungan dengan ayat tersebut, setelah melewati bulan Ramadhan kita berharap makin bertaqwa kepada Allah serta makin rajin beribadah. Ramadhan juga adalah momen perubahan bagi orang beriman. Jika sebelum Ramadhan kita jarang shalat wajib di Masjid, maka kita berharap setelah Ramadhan kita tidak pernah luput dari shalat wajib di Masjid. Begitu pula dengan amalan sunnah. Setelah melewati bulan Ramadhan, kualitas keimanan kita diharapkan akan lebih baik lagi. Lebih sering melaksanakan ibadah, dan mengurangi maksiat.

Mari kita berharap, semoga Ramadhan tahun ini lebih baik lagi dari Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Terutama dalam hal kuantitas dan kualitas ibadah

Aplikasi Islami Linux

Tampilan aplikasi "Ayat"Assalamu’alaykum. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amalan kita selama Ramadhan kemarin. Amin.
Kali ini saya ingin berbagi tentang aplikasi islami di linux. aplikasi islami ini cukup banyak ditemukan versi linuxnya, walaupun yang terbanyak adalah yang berformat .deb, atau untuk distro debian dan turunannya.
Berikut ini beberapa aplikasi tersebut dan ulasan singkatnya.
1 . Zekr
Zekr adalah aplikasi Al Qur’an digital. Fitur yang dimilikinya adalah Al Qur’an,terjemah, tafsir,dan suara murattal.
2 . Othman
Fitur yang dimilikinya sangat sederhana namun cukup membantu. Walaupun hanya menampilkan lafazh Al Qur’an saja, tetapi memiliki fitur pencarian ayat yang sangat membantu. Ukurannya hanya sekitar 1 Mb.
3 . Hijra
Hijra merupakan aplikasi kalender hijriyah yang terpasang pada panel/taskbar. Pada panel akan tampil angka tanggal hijriyah. Sayangnya tanggal hijriyahnya kadang lebih atau kurang dan tidak dapat dikalibrasi.
4 . Monajat
Dengan monajat, anda akan merasa berdzikir sambil mengoperasikan komputer anda. Monajat menampilkan kalimat dzikir di desktop anda.
5 . Thawab
Aplikasi ini sejenis maktabah syamilah. Untuk menggunakannya harus memiliki database kitab yang berekstensi .bok.
6 . Minbar
Terkadang saat tidak ada adzan yang terdengar kita akan terlambat shalat. Minbar akan mengingatkan kita waktu shalat. Minbar juga menampilkan arah kiblat dan tanggal hijriyah.

Untuk nomor 1-6 dapat didownload via repository, atau langsung di Ubuntu software center bagi pengguna ubuntu.

7 . Ayat
Dibanding aplikasi Al Qur’an lainnya, ayat adalah yang paling komplit. Terjemah dan tafsir dari berbagai bahasa, murattal, dan tampilan yang lebih interaktif membuat aplikasi ini lebih unggul. Sayangnya, ayat tidak tersedia di repository, sehingga didownload melalui http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=id dan harus menginstall adobe-air terlebih dahulu.
8 . Elboukhari
Menghafal banyak hadits tentu sangat sulit. Dan juga tidak mungkin bagi anda untuk membawa kitab shahih bukhari ke manapun. Elboukhari mengandung seluruh isi shahih Bukhari, dan juga memiliki fitur pembacaan hadits.
9 . Noor
Hampir mirip dengan Othman. Tetapi memiliki fitur terjemah. Aplikasi ini bekerja di browser dengan sistem localhost.
10 . Alfanous
Alfanous juga merupakan aplikasi Al Qur’an. Fiturnya cukup standar. Untuk menggunakannya di ubuntu, harus menambahkan repository ubuntu sabily.

Untuk nomor 8-10 dapat didownload di http://www.sourgeforge.net. Jika anda menemukan aplikasi Islam lainnya, silahkan komentar. Terima kasih.